PENDIRI

Laila Al-Khusna

Ibu Laila Al-Khusna lahir di kota Solo dan berimigrasi ke Bandar Lampung pada tahun 1980’an. Pada saat Ibu Laila masih kecil, orang tua Ibu Laila memiliki pabrik batik tulis dan cap di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan baitk tulis, Ibu Laila menghidupkan kembali sejarah keluarga dengan menggunakan teknik yang sama akan tetapi dengan desain motif Provinsi Lampung.

Dimulai dari program LKP (Lembaga Keterampilan & Pendidikan); Ibu Laila bekerja sama dengan para partispan dari Lampung. Ragam kelompok yang berpartisipasi adalah Ibu-Ibu rumah tangga, pelajar, murid-murid dari Sekolah Luar Biasa, dan dari lapisan masyarakat yang lain.

Sekarang, Batik Siger telah meraih beberapa prestasi yang mengharumkan Provinsi Lampung pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Selain meraih UPAKARTI, Batik Siger telah berpartisipasi di acara Internasional seperti di Amerika, Rusia, Uni Emirat Arab, Iran, Turki, dan negara-negara di luar negeri lainnya.

KOMUNITAS

DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, UNTUK RAKYAT

Sukses yang diraih oleh Batik Siger tidak luput dari dukungan komunitas di Lampung. Batik Siger akan terus menembuskan karya-karya seni ini ke seluruh manca negara. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pendukung Batik Siger:

  • Seluruh Warga Beringin Raya, Kemiling
  • Partisipan dan murid-murid didikan Batik Siger
  • Pemerintah lokal
  • Media
  • Penggemar budaya Batik Tulis Lampung

KOMITMEN

MISI DAN VISI BATIK SIGER

Seluruh penggerak Batik Siger akan terus bekerja keras untuk dapat mengangkat dan memperkenalkan Batik Tulis di Lampung ke tingkat Nasional dan Internasional. Dalam prosesnya, Batik Siger juga akan tetap menjaga integritas dalam berkarya dan berbisnis, dengan tujuan untuk mengangkat keterampilan para partisipan dan murid-murid didik Batik Siger agar bisa nantinya mereka menjadi pembisnis terampil yang independen.

Misi Batik Siger tidak lain adalah mengedepankan kerja keras dan disiplin agar bisa mendukung Visi Batik Siger untuk dapat memperkuat keterampilan dan karya-karya tiap individu.

Mari bergabung dan berkarya bersama agar bisa terus berpartispasi dalam pengabdian kita untuk Bangsa Indonesia tercinta.

Sejarah Batik Siger

Batik Siger yang didirikan pada tanggal 22 Januari 2008 oleh Hj. Laila Al Khusna ini dimulai dari program LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) yang secara khusus merekrut ibu rumah tangga, anak putus sekolah, bahkan disabilitas untuk bersama mengembangkan seni dan kerajinan batik tulis. Batik Siger telah menciptakan lapangan kerja baru dengan jenis keahlian yang spesifik dan bisa digunakan secara mandiri.

Seiring dengan program-program Pemerintah yang gencar untuk mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan di wilayah perkotaan, maka sebagai lembaga yang mmemberikan layanan pendidikan kepada masyarakat juga dituntut untuk mempersiapkan dan meningkatkan keahlian sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan dunia kerja.

Pada akhirnya Batik Siger membentuk wadah yang secara bersamaan bertindak sebagai mitra perajin dalam upaya memperkenalkan produk lokal kepada target pasar potensial, Sampai sekarang bentuk kerjasama tersebut mampu memperbaiki bahkan meningkatkan taraf hidup perekonomian perajin Batik Siger melalui sektor industri kecil dan menengah.

Menuju Industri Hijau

Untuk dapat bersaing dengan terbukanya pasar internasional di era globalisasi, Batik Siger beradaptasi dalam memenuhi permintaan konsumen yang semakin peduli dengan dampak lingkungan. Salah satunya dengan menerapkan prinsip industri hijau. Prinsip ini tidak hanya diwujudkan dengan menggunakan bahan-bahan alami di sebagian besar lini produksinya tetapi juga mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelajutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi  lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Praktis sejak lima tahun terakhir Batik Siger secara signifikan fokus memproduksi batik dengan material bahan alami baik dari kainnya, aplikasinya, pewarnanya, bahkan sampai di area pengemasan. Hingga saat ini lebih dari  70% produk dari Batik Siger adalah batik warna alam.

Memberdayakan Perempuan

Lebih dari 90% dari total 40 perajin di Batik Siger adalah perempuan berusia produktif antara 18 s/d 50 tahun. Peningkatan taraf hidup mereka menjadi motivasi bagi ibu rumah tangga lain yang belum memiliki kesibukan untuk bergabung sebagai perajin dalam upayanya memperbaiki perekonomian keluarga. Faktor utama yang memengaruhi besaran penghasilan perajin adalah tingkat kesulitan, kehalusan, konsistensi dan tentunya kinerja. Apresiasi yang mereka terima juga menjadi pemicu dan sebagai bentuk reward atas dedikasi dan loyalitas dalam mengembangkan batik Lampung, Batik Siger memberangkatkan perajinnya ke tanah suci untuk melakukan ibadah Umroh. Hal ini rutin dilakukan dengan sekitar dua sampai empat perajin yang mendapatkan kesempatan tersebut setiap tahunnya.

Peduli Disabilitas

Membatik adalah kegiatan yang menyenangkan khususnya bagi penyandang disabilitas. Lewat membatik, mereka bisa menuangkan beragam imajinasi yang ada di kepala mereka. Tanpa adanya perbedaan penilaian dan status, perajin disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapat memperdalam ilmu membatik baik melalui kursus maupun event dagang bahkan lomba sampai tingkat Nasional. Workshop Batik Siger juga rutin menerima permagangan dari teman disabilitas dari Dinas Sosial yang pada akhirya akan direkrut untuk bergabung menjadi perajin mitra.

Diantara perajin disabilitas ada Ira Julia Sari yang pernah menjadi juara nasional lomba membatik pada tahun 2017. Ada juga Diar Ramadhan yang aktif menjadi peraga busana sejak bergabung menjadi perajin.